Press Release

HUT PASAR MODAL INDONESIA KE-30

Usia pasar modal Indonesia genap 30 tahun pada tanggal 10 Agustus 2007 ini cukup mencerminkan berbagai pengembangan pada industrinya, termasuk institusi serta pelaku pasar modal lainnya. Tak terkecuali PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang dalam kurun semester pertama tahun 2007 telah melakukan perbaikan. Setelah berhasil mengembangkan The Central Depository and Book Entry Settlement System (C-BEST) yang merupakan sistem pendukung utama implemetasi layanan jasa kustodian sentral dan penyelesaian transaksi Efek tanpa warkat (scripless trading), KSEI senantiasa melakukan perbaikan atas layanan jasanya.

   

Dalam kurun Semester I tahun 2007, berbagai pengembangan layanan jasa yang dilakukan KSEI antara lain:

 

1.      Layanan Jasa Penatausahaan dan Penyelesaian Transaksi Sertifikat      

         Bank Indonesia
 

Dalam rangka meningkatkan manfaat atas layanan jasa KSEI kepada pemakai jasanya, atas persetujuan Bapepam-LK melalui surat No. S-1178/BL/2007 tanggal 16 Maret 2007 perihal Persetujuan Penambahan Jenis Layanan Jasa Penatausahaan dan Penyelesaian Transaksi Sertifikat Bank Indonesia, maka KSEI telah dapat memfasilitasi penatausahaan dan penyelesaian transaksi Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Penambahan fasilitas tersebut tertuang dalam Surat Edaran KSEI No. SE-001/DIR-Eks/KSEI/0307 tanggal 28 Maret 2007 perihal Layanan Jasa Penatausahaan dan Penyelesaian Transaksi Sertifikat Bank Indonesia.
 

2.     Penyelesaian Transaksi Surat Utang Negara melalui Bursa
 

Selain melaksanakan penyelesaian atas transaksi Surat Utang Negara yang  dilakukan di luar bursa (over the counter), yaitu sejak Obligasi Negara Ritel disimpan di KSEI pada akhir tahun 2007, maka kini KSEI turut melaksanakan penyelesaian atas transaksi SUN di bursa. Kegiatan yang diawali oleh transaksi di PT Bursa Efek Surabaya (BES) sejak tanggal 1 Mei 2007 ini dilaksanakan dengan mekanisme yang sama dengan pelaksanaan penyelesaian untuk Obligasi Korporasi yang telah dilakukan di KSEI sejak tahun 2000 dengan menggunakan book-entry settlement.

 

3.     Layanan Jasa Penyimpanan dan Penyelesaian Transaksi
         Exchange Traded Fund (ETF)

   

Persiapan implementasi layanan jasa penyimpanan dan penyelesaian transaksi Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang Unit Penyertaannya Diperdagangkan di Bursa Efek (Exchange Traded Fund) serta beberapa modifikasi modul yang terdapat dalam sistem C-BEST telah diuji coba dan berjalan dengan baik. Sementara itu, proses rule making rule Peraturan KSEI yang akan menjadi landasan hukum penyelenggaraan layanan jasa penyimpanan dan penyelesaian transaksi bursa atas ETF dalam proses persetujuan Bapepam-LK. Koordinasi dengan beberapa pelaku pasar yang akan menggunakan layanan jasa tersebut terus dilaksanakan untuk mematangkan persiapan penerbitan ETF dimaksud.


4.    Fasilitas Investor Area

   

Dalam rangka memberikan perlindungan bagi investor, maka KSEI telah mengembangkan fasilitas Investor Area yang memungkinkan Pemegang Rekening memberikan akses kepada nasabahnya untuk melihat data balance position dan mutasi Efek di Sub Rekening Efek miliknya. Pemberian akses ini bersifat optional yang pemberian wewenangnya diserahkan kepada Pemegang Rekening terkait. Penyediaan fasilitas Investor Area ini telah memperoleh persetujuan Bapepam-LK melalui surat No.: S-3709/BL/2007 tanggal 26 Juli 2007. Saat ini, KSEI tengah melakukan persiapan dokumen hukum serta sosialisasi kepada Pemegang Rekening.

   

   

Selain pengembangan yang telah dilaksanakan oleh KSEI, berbagai kegiatan lain yang menunjang peningkatan layanan jasa juga terus dilakukan selama semester I tahun 2007, antara lain:

 

1.   Customer Survey pemakai jasa KSEI

   

Dalam rangka menjaga kualitas layanan jasanya, KSEI kembali melaksanakan kegiatan Customer Survey guna mengetahui kepuasan pemakai jasanya, terutama dari segi pelayanan, informasi dan komunikasi, teknologi, proses transaksi, dan sosialisasi produk baru. Kegiatan yang mulai dilaksanakan pada bulan April 2007 dan akan berakhir di bulan September 2007 ini menggunakan mekanisme pengisian kuesioner, yang akan dilanjutkan dengan kunjungan kepada pemakai jasa serta penyelenggaraan Focus Group Discussion. Melalui kegiatan ini diharapkan pemakai jasa KSEI dapat memberikan saran perbaikan guna menjaga dan meningkatkan kualitas layanan jasa sesuai harapan pemakai jasa.

 

2.   Corporate Website KSEI

   

Sebagai tindak lanjut evaluasi pemakai jasa KSEI tahun 2006 atas pengembangan website KSEI, maka telah dilakukan perubahan tampilan corporate website dengan design yang dilengkapi flash tema KSEI tahun 2007, “Delivering Excellence through Innovation. Tampilan baru website mulai diperkenalkan kepada pemakai jasa pada pertengahan Juni 2007. Dengan wajah baru, diharapkan akan ada kombinasi seluruh elemen corporate secara harmonis, yang dapat memberi nilai tambah dibandingkan old-fashioned KSEI website, tanpa mengabaikan kecepatan aksesnya agar senantiasa menjadi acuan informasi yang bermanfaat di lingkungan industri pasar modal.

   

3.    Renewal Audit Sertifikasi ISO 9001:2000

   

Dalam rangka menjaga kualitas dan pelayanan terkait dengan penyelenggaraan layanan Jasa Kustodian Sentral kepada pemakai jasanya, pada tanggal 19 April 2007, KSEI melaksanakan Renewal Audit Sertifikasi ISO 9001:2000 oleh PT SGS Indonesia sebagai lembaga terakreditasi ISO sertifikasi ISO 900:2000 yang ditunjuk oleh KSEI. Sesuai dengan yang diharapkan, kali ini KSEI tetap dapat mempertahankan sertifikat ISO 9001:2000 untuk kedua kalinya sejak diperoleh pada bulan Juli 2003 sebagai pedoman mutunya dan sebagai bukti bahwa KSEI harus tetap mengutamakan dan memberikan layanan jasa dengan aman dan efisien.

   

4.    Upgrade Storage EVA-3000

   

Dalam rangka menambah kapasitas penyimpanan database serta peningkatan performance C-BEST, maka sejak tanggal 21 Juni 2007 telah dilakukan upgrade storage EVA-3000. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dan menyesuaikan pertumbuhan volume transaksi Efek serta penambahan berbagai instrumen yang disimpan di C-BEST, seperti: Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Sertifikat Bank Indonesia.

   

5.    DRC Live Test

 

Sejak diaktifkannya Disaster Recovery Center (DRC), KSEI kembali melaksanakan DRC Live Test    ke-9. Pengujian ini secara umum berjalan dengan baik dan lancar sesuai skenario dimana seluruh aktivitas sistem utama C-BEST dilakukan oleh mesin DRC. Sebagai bagian dari pengelolaan risiko operasional, KSEI akan melakukan pengetesan kesiapan sistem DRC secara berkala. Untuk tahun 2007 ini akan dilaksanakan minimum 3 (tiga) kali DRC Live Test.

 

 Data Statistik Perkembangan Kegiatan Operasional KSEI

  

1.    Total Asset yang tercatat di C-BEST 

 

Secara keseluruhan total aset yang tercatat di C-BEST sampai dengan tanggal 31 Juli 2007 sebesar Rp 1.084,19 triliun, meningkat  83% dibanding dengan data per 31 Juli 2006 sebesar Rp 592,17 triliun.

 

            Berikut rincian asset untuk masing-masing Efek:

 

No.

Jenis Efek

Asset per Juli 2006

(dalam Rupiah)

Asset per Juli 2007

(dalam Rupiah)

1.

Saham

528.412.745.969.774

980.971.865.420.367

2.

Obligasi Korporasi

60.633.803.030.266

82.426.927.367.278

3.

Obligasi Pemerintah

-

5.276.410.000.000

4.

Waran

1.164.543.051.232

10.739.553.043.776

5.

HMETD

789.593.430.472

                   6.471.083.714

6.

Medium TermNotes

1.092.900.000.000

                915.000.000.000

7.

Negotiable Certificate of Deposits

-

                 82.700.000.000

8.

Promissory Notes

83.900.000.000

128.250.000.000

9.

Sertifikat Bank Indonesia

-

2.624.090.000.000

10.

Sukuk

-

             1.025.000.000.000

Total

592.177.485.481.744

1.084.196.266.915.130

 

                                                                                                                                                                                   

2.    Total asset untuk Saham dan Obligasi Korporasi yang dimiliki oleh
        investor lokal dan asing:

 

Total asset Saham yang tercatat di C-BEST sampai dengan tanggal 31 Juli 2007 didominasi kepemilikannya oleh investor asing dengan jumlah  Rp 669,71 triliun (68%). Jumlah kepemilikan asset tersebut meningkat 72% dibandingkan data pada 31 Juli 2006 (Rp 387,15 triliun). Sedangkan asset Saham yang dimiliki investor lokal sampai dengan tanggal 31 Juli 2007 sebesar 32% atau Rp 311,26 triliun. Jumlah tersebut meningkat 120% dibandingkan data pada 31 Juli 2006 sebesar Rp 141,26 triliun.

 

Sementara itu, total aset Obligasi Korporasi yang tercatat di C-BEST sampai dengan tanggal 31 Juli 2007 dimiliki oleh investor lokal Rp 76,93 triliun (93%). Jumlah tersebut meningkat 34% dibandingkan data pada 31 Juli 2006 sebesar Rp 57,26 triliun. Sedangkan asset Obligasi Korporasi yang dimiliki investor asing per 31 Juli 2007 sebesar Rp 5,49 triliun, meningkat 63% dibandingkan data pada 31 Juli 2006 sebesar Rp 3,37 triliun.

 

            Berikut komposisi kepemilikan Saham dan Obligasi Korporasi:

3.    Jumlah Efek yang tercatat di C-BEST

 

Secara keseluruhan, jumlah Efek yang tercatat sampai dengan 31 Juli 2007 mengalami peningkatan dibandingkan data per 31 Juli 2006. Hal ini disebabkan semakin banyak ragam jenis Efek yang terdaftar di C-BEST. Hingga tanggal 31 Juli 2007 tercatat sejumlah 790 Efek dibandingkan data per   31 Juli 2006 sebanyak 675 atau naik sebesar 17%.

 

Berikut jumlah Efek yang tercatat di C-BEST:

 

No.

Jenis Efek

Jumlah Efek

(per 31 Juli 2006)

Jumlah Efek

(per 31 Juli 2007)

1.

Saham

386

394

2.

Obligasi Korporasi

242

261

3.

Obligasi Pemerintah

-

62

4.

Waran

29

41

5.

HMETD

5

3

6.

Medium Term Notes

10

15

7.

Negotiable Certificate of Deposits

-

1

8.

Promissory Notes

3

5

9.

Sertifikat Bank Indonesia

-

4

10.

Sukuk

-

4

Total

675

790

 

 

4.    Total Sub Rekening Efek

 

Total Sub Rekening Efek per 31 Juli 2007 mengalami peningkatan dari sebanyak 124.750 per 31 Juli 2006 menjadi 171.025 pada 31 Juli 2007 atau naik sebesar 37%.  

 

Berikut grafik jumlah Sub Rekening Efek (31 Juli 2006 - 31 Juli 2007):

 

 

 

5.    Kegiatan Corporate Action

 

Selama periode Januari - 31 Juli 2007, total dana corporate action yang telah didistribusikan KSEI sebanyak Rp 38,27 triliun dan US$ 80.5 juta, berupa dividen dan exercise Efek Bersifat Ekuitas serta bunga/pokok Efek Bersifat Utang. Jumlah dana tersebut mengalami kenaikan dibandingkan dengan distribusi dana melalui KSEI selama periode Januari - 31 Juli 2006, dimana total dana corporate action sebesar Rp 17,17 triliun dan US$ 26,6 juta. 

 

Sementara total Efek yang telah didistribusikan selama periode Januari - 31 Juli 2007 sebanyak 72,39 miliar unit Efek dalam bentuk saham, waran dan HMETD, meningkat  dibandingkan periode Januari - 31 Juli 2006 sebesar 12,06 miliar unit Efek.

 

Untuk kegiatan RUPS dan RUPO, dalam periode Januari - 31 Juli 2007 telah dilaksanakan sebanyak 440 kali, meningkat 18% dibandingkan periode yang sama di tahun 2006 (Januari - 31 Juli 2006) sebanyak 373 kali kegiatan.

 

Berikut data distribusi Corporate Action melalui KSEI:

 

 

Dana

Januari - 31 Juli 2006

Januari - 31 Juli 2007

Jumlah

Jumlah

Triliun Rupiah

Jutaan USD

Triliun Rupiah

Jutaan USD

Equity (dividend dan exercise)

6.04

21.14

15.11

75.04

Debt (bunga / pokok)

11.13

5.46

23.16

5.46

Total

17.17

26.60

38.27

80.50

Efek

Jumlah (Unit Efek)

Jumlah (Unit Efek)

Saham

     2.368.951.305

32.576.708.493

Waran

249.279.632

5.972.896.099

HMETD

9.447.430.344

33.847.509.003

Total

12.065.661.281

72.397.113.595

Kegiatan RUPS/RUPO

Frekuensi

Frekuensi

RUPS/RUPO

373

440

 

 

 

 

 

Jakarta, 10 Agustus 2007

 

Bagian Hukum & Komunikasi Perusahaan

Divisi Administrasi & Keuangan

PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA

Telp. (021) 5299 1099 ~ Fax. (021) 5299 1199 ~ http://www.ksei.co.id