Press Release

PRESS RELEASE
AKHIR TAHUN 2006

Sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian di Pasar Modal Indonesia, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) senantiasa berusaha meningkatkan layanan jasanya kepada pelaku pasar modal Indonesia. Setelah berhasil dengan mengembangkan Central Depository and Book Entry Settlement System (C-BEST) yang merupakan sistem pendukung utama implemetasi layanan jasa kustodian sentral dan penyelesaian transaksi Efek tanpa warkat (scripless trading), KSEI senantiasa melakukan penyempurnaan atas layanan jasanya.

Beberapa pengembangan bisnis yang dilakukan KSEI dalam kurun waktu tahun 2006, antara lain:

1.     KSEI sebagai Sub Registry

Sebagai salah satu Sub Registry sejak 19 Mei 2006, KSEI turut menyediakan layanan penyimpanan dan penyelesaian transaksi Surat Utang Negara (SUN). Diawali dengan terbitnya Peraturan Jasa Kustodian Sentral yang diberlakukan berdasarkan surat keputusan Direksi KSEI No.: KEP-012/DIR/KSEI/ 0906 tanggal 9 Agustus 2006 sebagai landasan hukum layanan jasa tersebut, KSEI mulai melakukan penatausahaan Obligasi Negara Ritel (ORI001). Saat ini, KSEI telah berhasil melewati beberapa ujian, termasuk pembayaran bunga ORI001 yang telah dilakukan selama tiga kali. Kesuksesan ini tentunya berkat dukungan tim operasional dan sistem KSEI (C-BEST) yang baik, yang terhubung dengan sistem Bank Indonesia (BI-SSSS dan BI-RTGS).

Berbagai pengembangan dan peningkatan kemampuan pada C-BEST terus dilakukan untuk mendukung penatausahaan tersebut agar tugas dan kewajiban KSEI sebagai Sub Registry dapat dilaksanakan dengan baik. Saat ini, tengah dikembangkan Straight Through Processing (STP) antara C-BEST dan BI-SSSS/BI-RTGS. Dengan adanya STP yang akan mulai difungsikan pada awal Januari 2007, maka aktivitas penyimpanan dan penyelesaian transaksi SUN antar sistem dilakukan secara elektronik, realtime dan mengurangi proses manual yang terjadi selama ini. Selain itu, diharapkan operasional aktivitas terkait penatausahaan SUN melalui KSEI sebagai Sub Registry bisa dilakukan secara lebih aman dan efisien.

 

2.     Layanan Jasa Penitipan Kolektif untuk Reksa Dana

Saat ini KSEI dalam proses rule making rule Peraturan KSEI yang akan menjadi landasan hukum penyelenggaraan layanan jasa penitipan kolektif untuk Reksa Dana. Sementara itu, sistem aplikasi C-TRUST (Central Trust Fund Settlement System) sebagai sistem pendukung utama layanan jasa penitipan kolektif untuk Reksa Dana telah diuji coba dan sosialisasikan kepada pemakai jasa KSEI.

Selain itu, telah tersedia sistem Disaster Recovery Center untuk C-TRUST yang dapat menggantikan sistem utama jika terjadi disaster. Keberadaan layanan administrasi Reksa Dana diharapkan membawa perubahan positif, terutama untuk semakin  mengefisienkan aktivitas para pelaku di industri Reksa Dana. Selain itu, dengan penyediaan infrastruktur C-TRUST yang transparan dan efisien diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan menciptakan kondisi aman, sehingga investor tertarik berinvestasi di instrumen Reksa Dana.

Selain pengembangan yang telah dilaksanakan oleh KSEI, berbagai kegiatan lain yang menunjang peningkatan layanan jasa juga terus dilakukan selama tahun 2006, antara lain:

1.    DRC Live Test

Sejak diaktifkannya Disaster Recovery Center (DRC), secara berkala KSEI melaksanakan uji coba DRC secaralive. Di tahun 2006 ini, DRC Live Test dilaksanakan 2 kali, yaitu tanggal 10 Juni 2006 dan 2 Desember 2006. Seperti halnya pada beberapa kali uji coba, pelaksanaan kali ini dilakukan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu kepada pemakai jasa KSEI. Hal ini dilakukan untuk menguji kesiapan pemakai jasa dalam menghadapi kondisi apabila terjadi masalah dalam sistem utama C-BEST.

2.     Microsoft License

Dalam rangka turut serta mengembangkan teknologi dalam industri pasar modal Indonesia dan mendukung kepatuhan pada perundangan mengenai Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), KSEI telah melakukan pengadaan license beberapa produk Microsoft kepada pemakai jasanya, yang meliputi: Microsoft Windows XP, Microsoft Office dan Microsoft Windows Server 2003License tersebut telah didistribusikan kepada Anggota Bursa, Biro Administrasi Efek dan Bank Kustodian.

3.     Customer Survey Layanan Jasa KSEI

KSEI kembali melakukan Survei Kepuasan Pelanggan (Customer Survey) pada bulan Agustus - September 2006. Kegiatan yang dilakukan secara berkala setiap tahunnya sejak tahun 2003, merupakan komitmen KSEI untuk senantiasa melakukan peningkatan jasa layanan yang berkesinambungan bagi pemakai jasa KSEI. Selain itu, untuk memenuhi kriteria pemenuhan standar ISO 9001:2000. Pelaksanaan Customer Survey tahun  ini menitikberatkan pada jasa dan kinerja KSEI yang meliputi lima aspek, yaitu: Customer Service & Communication,Technology, Transaction Processing, Sense of Urgency dan New Product. Hasil survey akan menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas layanan sesuai  harapan pemakai jasa.

4.     Surveillance Audit ISO 9001:2000

Dalam rangka menjaga kualitas dan pelayanan terkait dengan penyelenggaraan layanan Jasa Kustodian Sentral kepada pemakai jasanya, pada tanggal 20 April 2006 dan 19 Oktober 2006, KSEI kembali melaksanakanSurveillance Audit Sertifikasi ISO 9001:2000 oleh PT SGS Indonesia sebagai lembaga terakreditasi ISO yang ditunjuk oleh KSEI. Sesuai dengan yang diharapkan, kali ini KSEI tetap dapat mempertahankan sertifikat ISO 9001:2000 sebagai pedoman mutunya dan sebagai bukti bahwa KSEI harus tetap mengutamakan dan memberikan layanan jasa dengan aman dan efisien.

5.     Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi

Untuk mendukung pertumbuhan investor lokal, KSEI turut serta melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi untuk lebih memasyarakatkan pasar modal. Untuk itu, KSEI bersama SRO lainnya telah melaksanakan sosialisasi dan edukasi di beberapa perguruan tinggi, antara lain: Universitas Klabat - Menado, Universitas Andalas - Padang, Universitas Jambi. Sosialisasi di beberapa perguruan tinggi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman terhadap pasar modal di kalangan para mahasiswa yang memiliki intelektualitas tinggi yang selanjutnya dapat menjadi sarana penyebaran informasi kepada masyarakat umum lainnya. Selain itu, program pengenalan pasar modal dilaksanakan juga melalui kerjasama dengan beberapa asosiasi serta lembaga pendidikan, yang diwujudkan dalam bentuk seminar dan workshop.

 

Data Statistik Perkembangan Kegiatan Operasional KSEI

1.    Total Asset yang tercatat di C-BEST 

Secara keseluruhan total asset yang tercatat di C-BEST sampai dengan tanggal 21 Desember 2006 sebesar  Rp 772,994 triliun, meningkat dibanding data pada 23 Desember 2005 sebesar Rp 528,082 triliun. 
Berikut adalah rincian nilai asset untuk masing-masing Efek per Desember 2005 dan 21 Desember 2006:

 

                                                                                                                   (dalam miliar rupiah)

Total asset untuk saham dan obligasi yang dimiliki oleh investor lokal dan asing per 21 Desember 2006:

 

                                                                                               (dalam miliar rupiah)

 

 

2.   Total Sub Rekening Efek

Total Sub Rekening Efek per 21 Desember 2006 meningkat sebesar 141.317 dibandingkan Januari 2006 sebesar 110.969 Sub Rekening Efek (lihat grafik).
Berikut adalah grafik Sub Rekening Efek periode Januari - 21 Desember 2006:

 

 

3.    Total kepemilikan Obligasi Korporasi yang tercatat di C-BEST

Secara keseluruhan, kepemilikan Obligasi Korporasi yang tercatat di C-BEST sampai dengan tanggal 21 Desember 2006:

Jenis Pemegang Obligasi

Prosentase (%)

Foreign Investor

5,33

Local Investor

 

-  Asuransi

18,53

-  Reksa Dana

16,53

-  Dana Pensiun

29,86

-  Lembaga Keuangan

19,28

-  Lain-lain

10,48

Total

100

 

4.   Kegiatan Corporate Action

Selama periode Januari - 21 Desember 2006, total Corporate Action yang telah didistribusikan adalah:

 

Dana Jumlah
Triliun Rupiah Jutaan USD

Equity(Dividen dan Exercise)

15.93

32.73

Debt (Bunga/Pokok)

15.89

7.43

Total 31.82

40.16

Efek Jumlah (Miliar Unit Efek)

Saham

          29.32

Waran

6.08

HMETD

44.87

Kegiatan RUPS/RUPO

Frekuensi

RUPS/RUPO

508

 

Laporan Keuangan KSEI (Neraca - Laba Rugi)

Neraca per tanggal 30 November 2006 dibandingkan dengan per tanggal 31 Desember 2005 mengalami kenaikan pada aktiva sebesar Rp 40 miliar (25%), kewajiban mengalami penurunan sebesar Rp 8 miliar (28%) dan ekuitas bersih mengalami kenaikan sebesar Rp 50 miliar (41%).

Realisasi total pendapatan usaha yang terdiri dari jasa penyelesaian transaksi dan jasa layanan kustodian  sentral selama periode Januari sampai dengan November 2006 lebih tinggi Rp 14 miliar atau 39% dari yang dianggarkan sebesar Rp 36 miliar.

Realisasi biaya usaha selama periode Januari sampai dengan November 2006 lebih rendah Rp 8 miliar atau 15% dari yang dianggarkan sebesar Rp 52 miliar. 

Sampai dengan November 2006 ini KSEI mencatatkan laba bersih setelah pajak Rp 50 miliar (Unaudited).

 

Jakarta, 28 Desember 2006

 

Bagian Hukum & Komunikasi Perusahaan
Divisi Administrasi & Keuangan
PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA
Telp. (021) 5299 1099 ~ Fax. (021) 5299 1199 ~ http://www.ksei.co.id