Press Release

Press Release 2001

Pengantar

Tanpa terasa, tahun 2001 tinggal 5 hari lagi. Dan tahun 2002, segera kita jelang. Tahun 2001 yang akan segera berlalu, harus diakui sebagai tahun yang berat bagi bangsa Indonesia khususnya bagi Pasar Modal Indonesia. Dunia perpolitikan masih belum bebas dari berbagai pergolakan baik antar partai politik maupun antar politisinya sendiri. Dan sebagai akibatnya, dunia perekonomian pun juga belum mampu beranjak ke arah yang lebih positif. Industri pasar modal sebagai bagian dari perekonoimian nasional pun ikut terpuruk. Sampai dengan tanggal 22 Desember 2001, indeks masih berada di kisaran 378,251 yang menurun dibandingkan dengan indeks pada akhir tahun 2000, yaitu 416,321.

Walaupun demikian, dengan segala keterbatasan yang dimiliki, KSEI tetap berusaha untuk menggairahkan aktivitas di Pasar Modal dengan melanjutkan rencana kerja yang memang telah direncanakan. Beberapa rencana kerja telah dirampungkan dan sebagian lagi masih dalam proses penyelesaian. Disamping itu, untuk tetap dapat menjaga kesinambungan berjalannya kegiatan perusahaan, KSEI telah melakukan berbagai efisiensi di banyak bidang. Salah satunya yang merupakan bagian terbesar, adalah pengurangan jumlah karyawan. Sejalan dengan meningkatnya kegiatan penyelesaian transaksi tanpa warkat maka jumlah karyawan pada berbagai Divisi harus direview kembali. Selama tahun 2001, telah dilakukan pengurangan jumlah karyawan sebanyak 20 orang karyawan tetap dan 40 karyawan kontrak.

Berikut adalah berbagai pekerjaan yang telah KSEI selesaikan atau lakukan selama tahun 2001 berjalan.

Program Konversi

Sampai dengan tanggal 20 Desember 2001, sebanyak 227 saham atau 66,57% dari saham tercatat di bursa efek telah dikonversikan menjadi saham elektronik dan 5 lagi segera akan dikonversikan. Total saham yang telah berhasil dikonversikan adalah sebanyak 827 miliar lembar yang merupakan 92,7% dari total saham yang dicatatkan di Bursa Efek.

Jumlah saham yang belum dikonversikan adalah sebanyak 64 miliar lembar atau 7,18% dari total yang tercatat atau mewakili 109 saham atau (31,96%) yang tercatat di Bursa Efek (daftar terlampir). Dari jumlah tersebut sebanyak 92 emiten telah memberikan konfirmasi jadwal pelaksanaan konversi efek mereka di tahun 2002. Ditargetkan seluruh konversi efek sudah harus selesai paling lambat akhir bulan Juni 2002.

Implementasi Sub Rekening

Untuk lebih mempercepat proses penyelesaian transaksi efek, KSEI telah mengimplementasikan sub-rekening pada Maret 2001. Tujuan utama dari penerapan Sub Rekening ini adalah untuk memberikan proteksi kepada para investor atas aset yang mereka miliki serta untuk lebih memudahkan pengelolaan aset para nasabah.

Sampai dengan tanggal 26 Desember 2001, telah tercatat sebanyak 45.050 sub rekening di C-Best yang dibuka oleh 185 Anggota Bursa dan 18 Bank Kustodian.

Sertifikasi ISO 9002

Untuk lebih dapat mensejajarkan dan memantapkan diri agar sesuai dengan persyaratan dan standar internasional maka KSEI telah berpartisipasi dalam pengujian standar ISO 9000 dan telah berhasil memperoleh sertifikasi ISO 9002 untuk sistem dan prosedur operasi penyelesaian transaksi tanpa warkat. Sertifikasi ini diberikan oleh SGS International Certification Services.

Pemberian sertifikasi ini menunjukkan bahwa sistem dan prosedur yang dipergunakan oleh KSEI telah sesuai dengan standar internasional.

Implementasi DRC

Untuk menghindari atau mengantisipasi kemungkinan tidak berfungsinya mesin utama C-Best akibat hal-hal yang berada diluar kemampuan perusahaan maka pada bulan Agustus 2001 KSEI telah berhasil membangun dan mengoperasikan secara penuh Pusat Pemulihan Bencana atau Disaster Recovery Center (DRC).

Sesuai dengan peraturan yang berlaku, DRC ini dibangun di lokasi yang letaknya (minimal) 30 km dari pusat kegiatan operasi utama perusahaan. Selain itu, DRC juga harus dapat difungsikan selambat-lambatnya 2 (dua) jam setelah adanya kejadian yang mengganggu fungsi mesin utama. Dalam hal ini, spesifikasi yang dipilih KSEI dalam mengoperasikan DRC ini adalah ‘warm stand by’ dengan fasilitas database dari Oracle.

DRC ini merupakan DRC gabungan antara KSEI & KPEI, namun dengan mesin-mesin yang terpisah.

Corporate Action

Pada medio Maret 2001, KSEI telah mulai mengimplementasikan proses elektronik untuk modul ‘corporate action’. Modul awal yang diimplementasikan adalah untuk keperluan interest payment, cash dividen, stock dividen, mix dividen, dan redemption.

Modul-modul lain yang terlengkapi pada bulan September 2001 ini adalah voluntary coporate action (VCA) dan CA narratives. Modul VCA dapat dipergunakan untuk keperluan IPO, exercise rights/warrant dan konversi obligasi. Modul lain yang juga dapat dipergunakan adalah aktivitas stock split, reverse stock split, merger dan akuisisi saham. Dengan telah terpasangnya seluruh modul corporate action maka berarti seluruh sistem C-BEST telah terimplementasikan di Pasar Modal Indonesia pada tahun 2001 ini.

 

Jakarta, 27 Desember 2001