MULUS, LANGKAH AWAL MENUJU ‘SCRIPLESS SETTLEMENT’

Tahap pertama instalasi sistem scripless settlement telah dilalui dengan mulus. Target implementasi Maret 2000 bakal dicapai.

L angkah awal penerapan sistem scripless settlement telah diayunkan. Itu ditandai dengan instalasi tahap pertama pada 17 November lalu. Tahap ini tidak meleset dari jadwal yang ditentukan jauh sebelumnya. Sistem yang ngetren dengan sebutan C-BEST (The Central Depository and Book Entry Settlement System) ini merupakan hasil rakitan CAPCO (The Capital Market Company).

Meski baru langkah pertama, beberapa tahap aplikasi strategis telah dirampungkan seperti static information management dan asset management. Empat aplikasi lain yakni securities deposit, securities withdrawal, securities transfer serta user maintenance, bahkan lebih cepat dari jadwal. Tentu tidak mengada-ada bila manajemen KSEI optimis bahwa sistem yang sangat dinantikan pasar ini siap dioperasikan Maret 2000.

 

C-BEST telah dilengkapi dengan sistem pengaman yang tidak saja terletak pada aplikasi perangkat lunak, tetapi juga pada proses mengakses. Ini beriringan dengan diterapkannya 4-eyes principle. Itu berarti, hak akses pun serta-merta dibedakan antara pihak yang menginput data dengan yang memverifikasi.

Tahap pengujian mengikuti proses instalasi tahap pertama yang berlangsung hingga akhir November. Selanjutnya tahap pelatihan internal pada awal Desember 1999. Sedangkan acceptance test terakhir ditentukan Maret 2000, sebelum implementasi final.

Tim teknologi informasi (TI) tentu makin sibuk. Urusannya seputar infrastruktur penunjang. Database oracle dan MC/service guard yang menjamin hight availibility system telah dipersiapkan. Ada juga HP N-Class yang menampung C-BEST sekaligus menjamin kelangsungan operasional sistem. Bersama calon emiten, tim TI tengah mempersiapkan wide area network (WAN) untuk menjamin unjuk kerja yang nyaman bagi partisipan C-BEST.

Selanjutnya, tahap pelatihan sekaligus sosialisasi bagi calon partisipan dijadwalkan Januari 2000. Sedangkan instalasi tahap kedua ditargetkan Februari. Tampak sebagian tahap telah dilalui tepat waktu. Efisiensi serta keamanan sistem selalu jadi acuan. Tentu saja itu semua perlu untuk membangkitkan kepercayaan pelaku pasar lokal maupun internasional.

 

Euforia investor saat pemilihan Presiden RI bulan lalu, tak hanya membuat transaksi perdagangan di bursa efek melonjak. KSEI ikut kebanjiran saham yang harus diselesaikan, bahkan mencatat sejarah serah terima efek tertinggi mencapai 2,4 miliar lembar.

Ditolaknya pertanggungjawaban Presiden BJ Habibie dari hasil voting anggota majelis, mengakibatkan peta politik semakin jelas. Apalagi penolakan tersebut memaksa Habibie mundur dari pencalonannya sebagai Capres, Selasa (19/10). Keesokan harinya, Rabu (20/10) pasar sudah bisa menerka bakal calon presiden RI ke-4 berasal dari orang-orang reformis. Pasar menjadi bergairah karena kepercayaan pemodal pada kaum reformis sehingga merangsang investor lokal melakukan pembelian secara besar-besaran.

Pada perdagangan sesi pagi 20 Oktober, transaksi langsung melonjak tajam. Meskipun akhirnya Megawati harus menerima kekalahan dari Gus Dur, dan pasar sempat dilanda panic selling, tak urung transaksi perdagangan di bursa efek pada hari pemilihan presiden itu mengalami kenaikan spektakuler. Volume perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) mencapai 4,602 miliar unit saham senilai Rp 3,130 triliun.

Ramainya perdagangan saham juga sempat menghebohkan para pialang di lantai bursa. Lima belas menit menjelang tutup perdagangan, tiba-tiba para pialang tidak bisa lagi memasukkan order perdagangan. Rupanya, frekuensi transaksi yang terjadi hari itu sudah mencapai batas maksimal kapasitas komputer perdagangan BEJ sebesar 70 ribu kali transaksi. Sementara, kenaikan kapasitas perdagangan sampai 150 ribu kali transaksi yang sudah diantisipasi BEJ baru aktif pada 1 Nopember.

Pemerintah Baru, Penyelesaian Transaksi KSEI Melambung

Tidak selesai sampai di situ, dari 4,030 miliar lembar saham yang ditransaksikan di BEJ, sebanyak 2,4 miliar lembar saham harus diselesaikan oleh KSEI. Inilah rekor terbesar penyelesaian transaksi di dapur KSEI. Sebelumnya, transaksi tertinggi terjadi pada 5 Mei 1999, sebanyak 1,8 miliar lembar saham. Dalam kondisi normal, rata-rata penyelesaian transaksi efek di KSEI per hari sebanyak 500 ribu lembar saham.

Untungnya, menurut Penanggung Jawab Divisi Penyelesaian Transaksi Efek (PTR) KSEI, Gunawan, armada PTR sudah memiliki pengalaman dan lebih terampil dalam mengantisipasi lonjakan penyelesaian transaksi. Penyelesaian transaksi bisa dituntaskan pada tengah malam, dengan melibatkan 150 orang tenaga tambahan.

Cukup menggembirakan, kegagalan serah efek tidak terlalu menggelembung, seiring lonjakan penyelesaian saham. Jumlah kegagalan serah, pada saat penyelesaian transaksi mencapai 2,4 miliar lembar saham, kata Gunawan, sebesar 4,94 persen, dibanding rata-rata kegagalan serah harian sebesar 2-3 persen.