MENGINTIP TRANSAKSI DENGAN BANK PEMBAYARAN

Kelancaran dan kenyamanan pembayaran dana pada sistem scripless settlement dijamin oleh hadirnya bank pembayaran. Bagaimana mekanismenya?

Ada transaksi bursa, ada pula transaksi di luar bursa atau nonbursa. Kedua transaksi ini ditangani KSEI lewat sejumlah jasa penting.

Pada proses transaksi nonbursa, KSEI menyiapkan fasilitas transfer untuk kepentingan pelaku pasar, tepatnya anggota bursa (AB) dan bank kustodian. Seperti apa proses transaksi nonbursa yang melibatkan bank pembayaran ini?

Transaksi model ini mengenal tiga instruksi penting yang datangnya tentu dari KSEI. Instruksi pertama dikenal dengan nama transfer intra. Ini merupakan fasilitas transfer yang disediakan KSEI untuk memindahbukukan efek atau dana dari satu rekening efek ke rekening efek lain dalam satu pemegang rekening. Contohnya instruksi untuk memindahkan efek dari rekening efek ke rekening serah.

Instruksi kedua disebut delivery free (DF) atau receive free (RF). Fasilitas transfer yang satu ini digunakan untuk memindahbukukan efek tanpa disertai perpindahan dana antar pemegang rekening.

Ada pula instruksi bernama delivery versus payment (DVP) atau receive versus payment (RVP). Nah, yang ini adalah fasilitas transfer yang digunakan untuk memindahbukukan posisi efek dari rekening efek pemegang rekening jual ke rekening efek pemegang rekening beli. Saat yang sama diikuti dengan pemindahbukuan posisi dana dari rekening efek pemegang rekening beli ke rekening efek pemegang rekening jual. Tuntas.

Penyelesaian transaksi dengan inisial DF/RF dan DVR/RVP berkaitan erat dengan dana. Anda tahu, KSEI tidak mengantongi izin sebagai bank. Tugas ini lalu diserahkan pada tiga bank yang berperan sebagai bank pembayaran, masing-masing ABN Amro Bank, Lippo Bank, dan Bank Mandiri.

 

 

Pemegang rekening yang akan melakukan transaksi nonbursa punya beberapa kewajiban. Sederhana saja, tak perlu dibayangkan yang serba rumit. Selain harus membuka rekening efek di KSEI, pemegang rekening pun harus punya rekening dana di Bank Pembayaran. Rekening dana yang diterima berupa rekening operasional dan rekening penyelesaian dana. Anda bisa memilih satu dari tiga bank itu.

Masing-masing rekening punya fungsi tersendiri. Rekening operasional digunakan untuk mencatat posisi dana pemegang rekening yang tersimpan pada bank pembayaran. Sedangkan rekening penyelesaian dana berkaitan dengan penyelesaian transaksi efek yang melibatkan dana.

Apa saja urusan dengan bank pembayaran? Secara rutin ada tiga hal pokok. Pertama, deposit atau penyetoran dana untuk kepentingan penyelesaian transaksi. Prosesnya sederhana. Pemegang rekening menginstruksikan bank pembayaran untuk memindahkan posisi dana dari rekening operasional ke rekening penyelesaian dana. Bank pembayaran lalu menginformasikan kepada KSEI bahwa terdapat posisi dana yang digunakan untuk penyelesaian transaksi. Berdasarkan informasi itu, sistem KSEI akan mengkreditkan rekening efek pemegang rekening, sejumlah dana yang ditempatkan pemegang rekening pada rekening penyelesaian dana di bank pembayaran.

Proses penarikan dana tentu berbeda dengan proses deposit dana. Penarikan dana yang tercatat di KSEI harus didahului instruksi penarikan oleh pemegang rekening. Selanjutnya KSEI melakukan proses pendebitan posisi rekening efek tersebut. Informasi tersebut akan diproses secara otomatis ke bank pembayaran. Sistem pada bank pembayaran akan menempatkan sejumlah dana yang ditarik pemegang rekening menuju rekening operasional yang juga ada pada bank pembayaran.

Langkah ketiga, sebut saja aktivitas akhir hari. Setiap akhir hari transaksi, dana pemegang rekening yang masih tercatat di KSEI secara otomatis akan ditarik ke rekening operasional masing-masing pemegang rekening. Dengan demikian, tak ada dana yang mengendap di rekening KSEI. Tuntas sudah segala urusan dengan bank pembayaran. Proses transaksi Anda pun jadi serba mudah. n