TRANSAKSI MELONJAK, RISIKO PUN MELONJAK

Tanpa penerapan scripless trading dan penyelesaian transaksi secara pemindahbukuan, lonjakan transaksi saham justru merepotkan. Awak KSEI terpaksa harus bekerja hingga larut malam.

Bekerja hingga larut malam atau pun pagi hari adalah pemandangan biasa di industri garmen dan sepatu di Kawasan Bekasi dan Tangerang. Tapi, untuk kegiatan perkantoran di Kawasan Segitiga Emas, Jakarta, bekerja hingga tengah malam adalah sesuatu yang tak jamak.

Pemandangan tak lazim itu bisa dilihat di Lantai 22 Plaza Bapindo, Jl Sudirman, tempat PT KSEI berkantor. Sekitar 130 pekerja perusahaan ini tampak masih sibuk dengan pekerjaannya meski malam sudah larut.

Volume transaksi perdagangan saham di bursa efek yang melonjak sejak April lalu membuat tim operasional KSEI —sebagai fasilitator proses serah terima efek anggota bursa (AB)— kalang kabut. Jika dalam kondisi normal, rata-rata penyelesaian saham melalui KSEI per hari paling banter 400 juta lembar saham, bulan lalu sempat menyentuh angka 1,8 miliar lembar saham sehari.

Alhasil, divisi Penyelesaian transaksi efek harus menambah armadanya, hingga berjumlah 139 orang, yang biasanya cukup dikerjakan sekitar 70 orang. Jam kerja juga bertambah. Sebelumnya, proses penyelesaian efek dikerjakan mulai pukul 13.30 hingga pukul 20.00. Kini, baru bisa dituntaskan lewat tengah malam.

 

Tumpukan saham yang harus disimpan KSEI sebelum diserahkan ke AB, juga makin menggunung. Menurut Penanggung jawab Divisi Penyelesaian Transaksi KSEI, Gunawan, kapasitas ruangan besi penyimpan saham cuma mampu menampung 500 juta lembar saham. Bila jumlahnya membengkak, hingga di atas satu miliar, pihak penyimpanan agak kerepotan.

Namun, pekerjaan menghitung, meneliti lembar per lembar saham, lalu melakukan rekonsiliasi dengan data kliring dari KPEI secara manual sangat berisiko. Bisa saja, saat penghitungan saham, ternyata ada satu lembar saham yang tercecer. Jika kurang teliti, saham yang ’aspal’ bisa saja luput dari deteksi.

Semakin banyak jumlah saham yang diterima KSEI, risiko yang harus ditanggung lembaga penyimpanan dan penyelesaian (LPP) itu semakin tinggi. Penyelesaiannya cuma satu, scripless trading harus segera dimulai. Berapa besar waktu dan tenaga bisa dihemat dengan scripless trading. Dan yang paling penting, keamanan bisa terjaga. Tak akan ada lagi kasus saham hilang dan saham palsu.

Data Statistik Transaksi dan Penyelesaian Transaksi

Periode Januari - Mei 1999 (97 hari kliring)

Data Statistik Transaksi dan Penyelesaian Transaksi

Periode Juni 1999 (7 hari kliring)