KSEI MEMILIH DEPOSITORY BANK

 

Beberapa kriteria DB telah ditetapkan, antara lain yang bersifat umum dan berlaku untuk semua institusi seperti harus memiliki kemampuan electronic banking, sistem informasi terpadu, fasilitas on-line atau real time connection, terdapatnya tim berdedikasi, memiliki tenaga-tenaga senior dalam pengambilan keputusan, sistem perbankan tingkat tinggi, dan terjaminnya sistem keamanan.

Dalam tahapan-tahapan proses seleksi terhadap calon DB, Tim Seleksi memberikan penilaian yang mencakup aspek-aspek manajemen, fasilitas perbankan yang ditawarkan (aspek bisnis), dan teknologi yang digunakan. Selain itu tim juga mengevaluasi komitmen yang diberikan oleh bank tersebut baik kepada pasar modal, maupun kepada pengembangan sistem KSEI/KPEI, serta cash management business.

KSEI telah menunjuk satu bank lokal dan satu bank asing untuk berperan sebagai depository bank (DB). Posisi efek dan dana partisipan tercatat di KSEI. Namun peran DB diperlukan untuk penyimpanan dana partisipan, karena KSEI tidak memiliki lisensi sebagai bank.

Tim Seleksi yang beranggotakan wakil-wakil dari KSEI, KPEI, APEI, ABKI (Asosiasi Bank Kustodian Indonesia), dan ABI (Asosiasi Biro Administrasi Efek Indonesia) pun sudah dibentuk. Pembentukan tim ini dimaksudkan untuk menampung seluruh aspirasi SRO dan asosiasinya.

DB terpilih nantinya harus mampu menyediakan layanan jasa yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, termasuk daya dukung teknologi yang terintegrasi penuh dengan sistem KSEI atau KPEI. Karena itu, tahap seleksi dilaksanakan dengan ketat.

Langkah seleksi mencakup penilaian atas jawaban terhadap kuesioner yang telah dibagikan, penilaian atas presentasi, site visit ke setiap bank (yang mengundang), serta presentasi berupa sesi tanya jawab dengan beberapa nominasi DB (short-listed candidate). Dari 11 bank yang diundang seleksi, ternyata hanya sembilan bank yang telah memberikan tanggapan. Mereka adalah Bank IFI, ABN Amro Bank N.V., BBD , Deutsche Bank, Citibank N.A., Bank Bali, Bank Lippo Tbk., BII, dan Bank BNI. Dua bank yang tidak memberikan tanggapan adalah Hongkong Bank dan Standard Chartered Bank.

Dari kesembilan bank yang memberikan tanggapan, Tim Seleksi telah menentukan empat bank kandidat DB. Kepada mereka, tim mengirimkan pertanyaan tambahan sebagai klarifikasi mengenai rencana implementasi, kemampuan host to host connection dengan sistem KSEI, pengaturan cost sharing untuk perbankan elektronik, kesediaan mereka dalam financing system KSEI dan KPEI, serta rencana untuk mengatur hubungan antara bank dengan KPEI, KSEI, AB, dan bank kustodian (BK).

 

Berdasarkan hasil evaluasi, Tim Seleksi kemudian memutuskan untuk menggunakan satu bank lokal dan satu bank asing yaitu PT Bank Lippo Tbk dan ABN Amro Bank N.V.

Untuk kriteria umum anggota bursa (AB) dan BK telah ditetapkan sejumlah syarat seperti tersedianya fasilitas intra day dan free, transaksi bebas yang memadai, bunga kredit yang menarik, serta pendebitan rekening untuk transfer antar-bank yang bisa dilakukan pada hari yang sama dengan pengkreditan rekening penerima.

Sedangkan khusus terhadap AB, ada kriteria tentang tersedianya fasilitas pendukung cash management, terdapatnya fasilitas pasca transaksi pada tanggal tertentu, terbukanya kesempatan seluruh AB membuka account, serta memiliki perangkat interface dengan sistem akuntansi pialang. Terhadap BK, kriterianya meliputi tersedianya fasilitas backup machine jika terjadi kegagalan sistem, serta memiliki rencana bersifat temporal (contingency plan).

Kriteria DB terhadap KSEI atau KPEI juga telah ditetapkan, antara lain kesanggupannya dalam memproses instruksi secara real time, kemampuan real time mirroring dengan sistem KSEI, fasilitas interkoneksi (host to host), sistem finansial KSEI dan KPEI, dan memiliki contingency plan.

Terhadap KPEI, kriteria yang mesti dipenuhi adalah jalur kredit dengan dana penjamin (collateral guarantee fund), bunga kredit yang menarik, serta tersedianya offset (pengganti kerugian) terhadap bunga kredit maupun bunga utang (debt interest).