MENGATASI KUTU MILLENIUM

Gawat! Betapa tidak, sebagian orang Amerika saha percaya bahwa kiamat akan datang tepat pada 1 Januari 2000 nanti. Bukan lantaran gempa bumi yang susul-menyusul atau rentetan letusan gunung berapi, kiamat itu bakal terjadi lantaran munculnya kekacauan dalam skala global. Segala sesuatu yang diatur komputer bakal amburadul tak keruan.

Ini memang cuma gara-gara kecerobohan orang yang menganggap remeh penulisan penghitungan tahun. Dulu, dem menghemat memori komputer, angka tahun cukup ditulis dua digit terakhir saha. Logikanya memang sederhana, kalau 1999 bisa ditulis dengan 99 saja, mengapa harus pakai ditaruh angka 1 dan 9 lagi didepannya. Ini masuk akal lantaran harga memori pada awal diperkenalkannya komputer di dekade 60-an masih sangat mahal. Coba, ketika itu harga 1 MB memori komputer mencapai US$ 2,5 juta. Sekarang ini di Glodok harga 1 MB memori komputer tidak sampai puluhan ribu rupiah. Orang bahkan sudah tak mengenal Mega Byte lagi. Hardisk ukuran 2 Giga Byte saja (atawa 2.000 Mega Byte) sudah sulit ditemu di pasar.

Sekarang, tiba-tiba tahun 2000 sudah mendekat. Komputer cuma mengenal angka 00 untuk tahun 2000. Nah, bisa saja program menerjemahkan angka 00 ini sebgai tahun 1900. Bisa jadi seluruh program dana pensiun, perbankan, air minum, pengendali lalu lintas udara, sampai pengendali rudal nuklir pun bisa kacau-balau dibuatnya. Itu sebabnya sekarang ramai orang mengatasi problem yang disebut Y2K alias Year 2000 ini.

Lantas bagaimana persiapan KSEI menghadapi masalah yang juga sering disebut sebagai millenium bug ini? Jelas ini masalah serius buat KSEI. Maklum saja, komputer sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari denyut jantung KSEI. Komputer sudah merasuki KSEI dari mulai sistem kerja yang besar hingga sekadar word processor di meja tiap staf. Jadi masalah Y2K adalah soal serius buat KSEI yang mesti dipecahkan.

Untungnya, kesadaran akan pentingnya masalah ini sudah ada semenjak KSEI berdiri Januari lalu. Proyek Tahun 2000 telah menjadi salah satu agenda utama perusahaan. Program tersebut terbagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut:

  • Awareness Program (Program Kesadaran)

Program ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat kesadaran karyawan PT. KSEI dan untuk memberikan informasi kepada pemakai jasa dan pelaku pasar mengenai kesiapan PT. KSEI dalam menghadapi the Millenium Bug.

  • External Agent Management (Manajemen Agen Eksternal)

Lewat program ini KSEI menjalin kerja sama dengan semua agen eksternal (pemakai jasa, penyedia jasa dan barang, pelaku pasar, bank kustodian serta rekan kerja) untuk mempersiapkan diri menghadapi tahun 2000.

 

  • Risk Analysis (Analisa Risiko)

Program ini berusaha semaksimal mungkin menekan tingkat risiko yang dapat dihadapi oleh perusahaan. Caranya, antara lain dengan meningkatkan penanggulangan (mitigasi) seluruh peralatan komputer perusahaan, aplikasi-aplikasi pendukungnya, dan hal-hal lain yang terkait.

  • Testing and Conversion (Pengujian dan Konversi)

KSEI juga melakukan pengujian terhadap semua perangkat komputer perusahaan, aplikasi-aplikasi pendukungnya, dan hal-hal lain yang terkait. Jika hasil pengujian menunjukkan perlunya konversi atau penggantian, hal itu akan segera dilakukan. Setelah itu, KSEI masih akan melakukan uji ulang. Dalam program ini juga terangkum pengujian bersama antaran KSEI dan SRO lainnya untuk menjamin agar arus data dari dan menuju KSEI juga memenuhi Y2K Compliance.

  • Implementation (Implementasi)

Tujuan program ini adalah melakukan implementasi terhadap semua prosedur dan peralatan-peralatan baru (baik hardware maupun software), serta menyiapkan prosedur penanganan pasca implementasi, atau Clean Date Management.

  • Business Continuity Plan (Rencana Kelangsungan Perusahaan)

Kendati segala sesuatu sudah dipersiapkan dengan sangat teliti, tetap saja KSEI harus menyiapkan diri terhadap segala sesuatu yang mungkin saja terjadi pada 1 Januari 2000 nanti. Itu sebabnya, untuk mengatasi segala asumsi yang dikhawatirkan bakal terjadi ini KSEI juga menyiapkan prosedur penanganannya. Asumsi-asumsi tersebut beragam dari kegagalan terkecil hingga kegagalan terbesar, seperti apabila Core system tidak bisa digunakan sama sekali.

Singkat kata, lewat BCP ini perusahaan sudah membuat langkah-langkah penanganan atas keadaan terburuk, yaitu apabila sistem komputer sama sekali tidak bisa mendukung operasi bisnis selama beberapa bulan. Sehingga, dengan adanya BCP ini, perusahaan tetap dapat beroperasi tanpa menggunakan komputer sama sekali.

Clean Date, Juni 1999

Semua program yang sudah disiapkan ini bermuara pada satu titik, clean date. Artinya pada titik waktu tersebut, seluruh persiapan menghadapi kutu 2000 ini sudah harus selesai. Sesuai dengan Keputusan Direksi, PT. KSEI sudah siap (Year 2000 Ready) paling lambat bulan Juni 1999. Jika terdapat penambahan sistem komputer setelah tanggal Clean Date dan sebelum Maret 2000, sistem tersebut harus melalui prosedur Clean Date Management. Dimana di dalamnya termasuk pengujian dan pembuatan Business Continuity Plan (BCP).

Nah, semoga lewat persiapan matang ini KSEI tak bakal tergigit oleh kutu millenium.